Tiga Sekolah di Bondowoso Raih Adi Wiyata Tingkat Nasional
Tiga sekolah di Bondowoso telah menorehkan prestasi membanggakan. Penghargaan dari dua menteri pun disandang oleh tiga sekolah tersebut. Ketiganya mampu meraih penghargaan bergengsi Adi Wiyata tingkat nasional. Sekolah mana saja itu?
"Alhamdulillah, saya baru datang dari Jakarta menerima penghargaan Adi Wiyata tingkat nasional." Itulah kata dan rasa syukur yang terucap dari Drs Kastriyanto, kepala SMPN 7 Bondowoso, atas keberhasilan sekolah yang dipimpinnya meraih juara tingkat nasional. Memang, SMPN 7 termasuk salah satu dari tiga sekolah yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.
Sekolah lain yang mendapat Adi Wiyata adalah SMK Negeri 1 Bondowoso dan SMAN1 Prajekan. Ketiga sekolah tersebut telah mengharumkan nama Bondowoso dalam kejuaraan kebersihan lingkungan sekolah.
Atas penghargaan tingkat nasional tersebut, tiga kepala sekolah dipanggil ke Jakarta untuk menerima langsung penghargaan. Meliputi Kastriyanto, kepala SMP Negeri 7, Yuni Yekti Mumpuni (Kasek SMK Negeri 1), dan Sainiyah (Kasek SMA Negeri 1 Prajekan). Ketiganya menerima piala dan piagam penghargaan dari Mendiknas M. Nuh dan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya.
Sebelumnya, SMPN 7 meraih juara tingkat kabupaten dan juara tingkat provinsi Jatim. Selanjutnya melaju ke tingkat nasional dan akhirnya meraih juara nasional. "Kami sangat bersyukur sekali," ucapnya. Diakui, tidaklah mudah untuk meraih juara nasional bidang kebersihan sekolah. Apalagi, juri yang menilai langsung dari pemerintah pusat.
Bukan hanya menilai kebersihan sekolah. "Kurikulum yang diajarkan di sekolah juga dinilai," katanya. Baik itu menyangkut kebijakan sekolah terkait lingkungan hidup, kurikulum lingkungan hidup, hingga partisipasi warga sekitar sekolah. Termasuk sarana dan prasarana pendukung sekolah juga dilihat.
"Saya buat kebijakan sekolah untuk menciptakan sekolah yang berwawasan lingkungan. Di dalamnya ada peraturan tentang kebersihan, membuat tempat sampah dan mengolah sampah menjadi kompos," katanya.
Kastriyanto juga menerapkan kurikulum pendidikan lingkungan hidup. "Pelajaran lingkungan hidup ini diajarkan ke siswa. Kami memberikan waktu pelajaran 2 jam seminggu untuk pelajaran ini" katanya. Harapannya, agar siswa-siswi SMPN 7 bisa menerapkan kebersihan lingkungan, tidak hanya di sekolah, namun juga di rumah.
"Hasilnya, anak-anak menjadi sadar pentingnya lingkungan dan tidak boleh menebang pohon sembarangan. Dibiasakan menanam pohon agar lingkungan terjaga," katanya.
Dengan upaya tersebut, tidak heran jika para juri terkesima begitu melihat gebrakan SMP Negeri 7. "Kami tidak hanya menjaga kebersihan sekolah, tapi juga menanam pohon di halaman sekolah. Kami mengajarkan mata pelajaran lingkungan sebagai mulok (muatan lokal)," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Yuni Yekti Mumpuni, Kasek SMK Negeri 1 Bondowoso. Dirinya merasa bahagia karena sekolahnya meraih juara 1 Adiwiyata tingkat nasional. Kondisi halaman SMK Negeri 1 yang cukup luas memang terlihat asri. Ini tidak luput dari kebijakan untuk menghijaukan sekitar sekolah. Sekolah ini juga mengajarkan muridnya untuk cinta lingkungan. "Alhamdulillah, usaha kami akhirnya berhasil meraih juara nasional," katanya.
Sainiyah, Kasek SMA Negeri 1 Prajekan juga mengaku gembira dengan capaian tersebut. Selain menata lingkungan sekolah agar rapi dan indah, dirinya juga mengajarkan kepada anak didiknya untuk selalu mencintai lingkungan. "Kami semua baik guru maupun siswa, benar-benar menjaga lingkungan dengan baik," katanya.
Jawa Pos (05/01/2014)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar